| Seminar Animasi 3D Menggunakan Blender |
| Thursday, 29 May 2008 | |
|
25 mei 2008, Simply Interactive sebuah perusahaan yang bergerak di bidang multimedia education bekerja sama dengan Mahasiswa Universitas Brawijaya fakultas Manajemen Informatika & Tekhnologi komputer mengadakan Seminar Animasi 3D menggunakan Blender dengan menghadirkan Budianto Chen dari Matahari Studios sebagai pemateri. Beliau adalah seorang designer, game artist, animator, 3D Lead Artist, dan 3D Trainer yang sangat profesional di bidangnya. Bagi orang awam, nama Matahari Studios ataupun Budianto Chen masih kurang dikenal, namun bagi orang-orang di kalangan animator atau gamers, nama Budianto Chen tak asing lagi.
Masyarakat, khususnya anak-anak muda lebih mengenal hasil karya Budianto Chen dibandingkan nama orangnya sendiri. Game–game di TimeZone, rata-rata adalah produksi dari Matahari Studio. Bahkan animasi dari game sekelas Need for Speed Underground & Need for Speed Carbon adalah hasil karya dari Matahari Studios. Seminar Animasi 3D ini menjelaskan lebih rinci tentang Blender disertai dengan contoh-contoh hasil animasi menggunakan blender yang disajikan secara menarik dan mudah dimengerti. Meskipun software ini gratis, tetapi kemampuannya tidak kalah ampuh dengan software-software resmi semacam 3D max yang memiliki nilai jual mencapai 50 juta rupiah. Para peserta seminar langsung berdecak kagum saat Budianto Chen atau yang lebih dikenal dengan nama Bobby Chen sempat menunjukkan beberapa film animasi yang menggunakan blender. “Blender memiliki prospek yang cukup bagus di masa depan, bahkan film setenar spiderman telah menggunakan blender pada bagian-bagian tertentunya,” Budianto Chen yang lebih akrab dipanggil Bobby ini cukup menyayangkan sikap orang Indonesia yang lebih memilih menggunakan software ilegal dibandingkan dengan opensource gratis yang banyak tersedia dan memiliki kualitas yang mampu bersaing. “Perusahaan-perusahaan terkenal tidak akan berani membeli hasil karya yang menggunakan software ilegal. Animator kita tidak berani mempublikasikan hasil karyanya hanya karena software yang mereka gunakan ilegal, sedangkan untuk unjuk gigi di ajang international, setiap animator dituntut untuk menggunakan original software. Patut disayangkan bila hal ini terus-menerus dibiarkan. Padahal dari segi kualitas, hasil karya para animator indonesia sebenarnya tidak kalah bagus dengan negeri tetangga. Sebagian malah ada yang telah mendapat pengakuan dari dunia internasional. Berdasarkan realita tersebut, Simply Interactive tergerak untuk mensosialisasikan bahwa opensourcepun memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh software-software komersil. Dengan merangkul mahasiswa fakultas Manajemen informatika & Tekhnologi Komputer dalam pengadaan seminar, diharapkan efek seminar ini lebih mengena pada sasaran. Sehingga para mahasiswa tidak lagi terdoktrin pada kurikulum pendidikan yang menyebabkan mereka mengalami ketergantungan pada software tertentu yang mengakibatkan mereka enggan untuk beralih ke software lain yang lebih baik. Dari ke 24 item produk Simply Interactive yang telah dilaunching, Blender terpilih untuk dijadikan materi pada seminar. Bukan tanpa alasan blender dipilih sebagai topik pembahasan. Blender memiliki prospek bagus di masa depan. Bahkan film setenar spiderman telah menggunakan blender pada bagian-bagian tertentunya. Penonton langsung berdecak kagum saat Bobby menunjukkan beberapa film animasi lain yang menggunakan blender sebagai software dasarnya. Mempelajari blender tidaklah sulit, tinggal kemauan dari pribadi masing-masing saja. Sarana pembelajarannya juga cukup beragam, bisa melalui forum-forum blender yang tersedia di internet atau menggunakan CD interaktif seperti yang diproduksi Simply. Bahkan Bobby tak segan-segan dalam melontarkan pujian terhadap Simply Interactive. “Produk-produk Simply membahas segala sesuatunya dari dasar. Cocok untuk pemula, bahkan bagi mereka yang tidak pernah memegang komputer sekalipun,” Seminar ini ternyata menarik banyak peminat dari berbagai kalangan. Tidak sedikit peserta yang menyarankan agar acara seperti ini menjadi agenda tahunan bagi Simply Interactive. Bahkan beberapa hari kemudian setelah acara berakhir, Simply Interactive mendapat banyak permintaan dari para profesional dan para mahasiswa dari luar kota yang menginginkan event semacam ini diadakan di kota mereka. |
|
| Terakhir diperbaharui ( Monday, 01 September 2008 ) |